Pagi ini, begitu masuk ke ruangan kantor, seorang teman memperhatikan saya dan berucap, “Wah kok kalungnya oranye, kan bajunya merah.” Sambil senyum-senyum saya menjawab, “Gak harus begitu kan. Bukannya kalung oranye ini bikin manis penampilanku he he he.” Teman-teman lain lalu nimbrung dan berkomentar tentang padu padan warna. Ah serunya diskusi pagi ini.
Seorang teman yang sedang mempersiapkan buku merangkai bunga menceritakan pengalamannya, “Dulu ya, aku menganggap aneh paduan warna merah dan oranye. Gak banget deh. Tapi waktu aku lihat rangkaian bunga yang pake warna oranye dan merah, wah kok eksotis ya.”
Teman yang lain, penggemar fashion, menambahkan, “Warna di dunia fashion itu menunjukkan keragaman lho. Bukan cuma karena memang ada banyak warna, tapi interpretasi dari warna-warna itu.”
“Wah seru nih,” celetuk seorang teman.
“Iya,” lanjutnya. “Misalnya Coco Chanel. Dia membuat gaun-gaun warna hitam karena menurut dia, warna hitam itu lambang keanggunan. Dan karena hitam untuk baju pria itu menunjukkan jiwa konservatif dan kekuatan mereka, Chanel pun membuat gaun-gaun hitam bergaya agar wanita bisa sejajar dengan pria. Lain lagi pemikiran Yves Saint Laurent. Tahun 1960-an, dia membuat gaun dengan paduan banyak warna untuk menunjukkan begitu beragamnya pemikiran manusia. Nah, yang unik juga interpretasi warna merah. Kalau di negara Barat, merah suka dikaitkan dengan warna skandal. Makanya di film-film, perempuan yang terlibat skandal, apalagi skandal besar, biasanya pakai baju merah he he he… Padahal di Timur, kayak di negeri Cina, merah itu lambang perayaan. Waktu Imlek, kita banyak lihat hiasan-hiasan warna merah kan.”
Masalah warna saja, ada begitu banyak interpretasi ya, dan karena itu warna menjadi menarik. Setiap manusia bebas menginterpretasikan sesuatu, karena kebenaran itu bukan hanya milik seseorang atau satu kelompok saja. Menghargai pemikiran yang berbeda, itu yang terpenting. Dan juga, terbuka dengan pemikiran orang lain. Rangkaian bunga merah dan oranye, misalnya. Kalau teman saya tidak terbuka menerima ide orang lain, dia tidak akan menerima dan menghargai indahnya rangkaian bunga merah-oranye itu.
“Jadi biarkanlah Tata dengan kalung oranyenya,” celetuk seorang teman. Ha ha ha ha… Ini juga interpretasi lain lagi. Buat saya, oranye itu membuat hati gembira. Saya bisa memakai kalung ini dengan baju macam-macam warna, yang penting hasilnya membuat saya ceria. Yuk mari….
0 Tanggapan ke “kalung oranye”